INDRALOKA: The Heritage Homestay


            Berlibur bersama keluarga adalah momen penting yang akan terus dikenang. Kota Yogyakarta adalah salah satu alternatif pilihan untuk dijadikan sebagai tujuan liburan keluarga. Kota ini memiliki sejuta pesona yang akan menjadi memori bagi setiap pengunjungnya. Keamanan dan kenyamanan saat berlibur di Kota Yogyakarta menjadi salah satu faktor yang mendukung kota ini sebagai destinasi liburan. Banyaknya objek wisata tradisional juga menjadi daya tarik bagi Kota Yogyakarta sebagai tujuan destinasi. Selain itu, penginapan dengan harga terjangkau dan suasana yang nyaman banyak ditemukan di kota ini. Salah satu rekomendasi penginapan untuk Anda yang berlibur bersama keluarga di Kota Yogyakarta adalah penginapan Indraloka. Penginapan ini bukan hotel mewah tetapi homestay menarik yang cocok untuk menginap bersama keluarga.


Tampak Depan Homestay
(Dokumentasi Pribadi)

            Perpaduan kolonial dan lokal adalah tema dari Indraloka Homestay. Arsitektur Eropa dan Jawa terlihat begitu menyatu di setiap interiornya. Bernostalgia dengan nuansa kuno dari Indraloka Family Homestay Yogyakarta ini seakan berpadu dengan nuansa kekinian. Dapat dilihat dari banyaknya pernak-pernik kuno yang ada di setiap sudut ruang tengah seperti setrika kuno, patung kayu, hingga furnitur kuno dengan desain Jawa. Di sisi lain, fasilitas yang ditawarkan di kamar maupun pada kawasan homestay sudah modern seperti penginapan pada umumnya. Hal yang menarik dari Indraloka Homestay adalah sejarah dari bangunannya yang konon sudah ada sejak tahun ‘30-an. Kemudian, bangunan ini juga masih mempertahankan bentuk bangunan aslinya yang bergaya Indis yaitu gaya tradisional khas Jawa yang dibalut dengan gaya khas Eropa.
  
  

Ruang Tamu
(Dokumentasi Pribadi)

Menurut catatan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta,  penginapan ini dulunya dibangun pada tahun 1930 oleh orang Belanda bernama Van der Vin. Saat ibukota Indonesia pindah ke Yogyakarta, bangunan ini menjadi rumah dinas Dr. Prawoto Mangkusasmita. Beliau adalah salah satu anggota parlemen dari partai Masyumi. Setelah ibukota Indonesia kembali ke Jakarta, bangunan ini berada di bawah Jawatan Perumahan Yogyakarta. Kemudian, pada tahun 1960, rumah ini dibeli oleh Moerdiyono Danoesastro dan mulai digunakan sebagai homestay pada tahun 1970. Oleh karena itu, bangunan Indraloka Family Homestay dijadikan sebagai Bangunan Warisan Budaya (BWB) dan sekarang dikenal juga sebagai The Heritage Homestay. Bangunan ini cukup tinggi dengan atap yang curam dan menghadap ke arah selatan.  Pada awalnya, atap bangunan ini terbuat dari sirap tetapi sekitar tahun 2005 diganti dengan genteng untuk mempermudah perawatan. Homestay ini terdiri dari dua lantai dengan teras unik berbentuk segi delapan di sisi selatan bangunan. Namun, teras tersebut saat ini sudah diubah menjadi ruangan tertutup.


Ruang Tengah
(Dokumentasi Pribadi)

          Berlokasi di Jalan Cik Di Tiro No. 18, Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, homestay ini berada di kawasan pusat kota. Letaknya di sudut pertigaan saat menuju ke daerah Sagan atau di antara Jalan Cik Di Tiro dan Jalan Kartini. Halaman depan homestay tidak terlalu luas hanya ada tempat parkir yang hanya dapat menampung 3 mobil saja. Namun, suasananya sangat sejuk karena terdapat pohon mangga yang cukup besar dan rindang. Di samping kiri halaman depan terdapat sebuah kafe yang merupakan milik Indraloka Homestay. Saat memasuki tempat reservasi, Anda akan disambut dengan kolam ikan di samping kiri dan kanan pintu masuk. Kemudian, terlihat juga balkon berbentuk setengah lingkaran di lantai dua yang menjorok ke arah luar. Suasananya yang asri membuat homestay ini menjadi penginapan yang cukup tenang meskipun berlokasi di pinggir jalan. Penginapan ini juga sangat cocok untuk tempat menginap bersama keluarga karena merupakan family homestay yang nyaman untuk semua usia.
                  
Kafe
(Dokumentasi Pribadi)

Sudut Ruang Tamu
(Dokumentasi Pribadi)

         Indraloka Homestay memiliki 16 kamar tetapi 1 kamar kini tidak dipergunakan lagi sebagai tempat menginap. Fasilitas kamar yang diberikan oleh homestay ini adalah pendingin ruangan (AC), TV kabel, lemari pakaian, tempat duduk (dua kursi), meja, wastafel, dan free coffee and tea. Selain itu, fasilitas di kamar mandi yaitu bathtub, kloset duduk, dan heater water. Layanan yang diberikan oleh Indraloka Homestay adalah sarapan, layanan kamar, penjemputan dari bandara, sewa motor dan mobil, paket perjalanan wisata, dan jaringan internet gratis (Wi-Fi). Fasilitas lainnya adalah toilet umum dan ruang tamu. Saat ini, Indraloka Homestay sudah bisa ditemukan di aplikasi jasa pemesanan kamar dan tergolong ke dalam hotel dengan bintang 3. Berdasarkan fasilitas, layanan, dan tarif harga dari homestay ini, saya memberikan nilai 7,5/10.
           


Ruang Kamar
(Dokumentasi Pribadi)


Fasilitas Kamar Mandi
(Dokumentasi Pribadi)

Untuk pemesanan kamar, Anda bisa langsung ke lokasi homestay atau melalui aplikasi airyrooms dan booking.com. Selain itu, Indraloka Homestay juga bekerja sama dengan NIDA rooms dan RedDoorz. Contact person Indraloka Homestay yaitu melalui e-mail indralokaheritagehomestay@yahoo.com atau telp. 0274-544428. Berikut room rate Indraloka Homestay tahun 2018:
                
                Lantai 1     
                                                                   
Deluxe Room               (Rp415.000,00)                       
Junior Suite Room       (Rp450.000,00)                      
Garden View Room      (Rp475.000,00)                        
             
                      Lantai 2

Connecting Room       (Rp305.000,00)
Standard Room           (Rp325.000,00)
Superior Room           (Rp395.000,00)
Deluxe Room              (Rp415.000,00)


              Layanan Tambahan                                     

Extra Bed                    (Rp90.000,00)
Extra Person               (Rp50.000,00)

-Dari Saya
Instagram dan twitter : @dnalfb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Museum Mini di Kawasan Keraton Yogyakarta

Sejuknya Wisata Alam Sesaot